Cara Format Flashdisk yang Write Protected dengan Regedit


2 min read

Cara Format Flashdisk yang Write Protected dengan Regedit

AKTIVASI.ID – Situasi Flashdisk yang dalam kondisi write protected ketika akan digunakan tentu sangat menjengkelkan, namun terdapat cara format flashdisk yang write protected agar flashdisk bisa digunakan dengan normal seperti sedia kala.

Apa yang Dimaksud dengan Kondisi Write Protected?

Write protected pada flashdisk merupakan sebuah kondisi dimana suatu flashdisk yang Anda miliki dalam keadaan terkunci. Sehingga Anda tidak dapat melakukan aktivitas penambahan data, menghapus data atau bahkan tidak bisa melakukan format pada flashdisk itu sendiri.

Write protected bisa saja terjadi karena banyak faktor, seperti asal cabut flashdisk, terkena virus atau hal lainnya. Namun jangan khawatir, terdapat cara format flashdisk yang write protected yang bisa ditempuh agar flashdisk Anda tidak terbuang sia-sia.

Langkah-langkah Format Flashdisk yang Write Protected

Untuk cara format flashdisk yang write protected umumnya dapat dilakukan dengan dua metode mendasar, yaitu dengan melalui CMD dan Regedit. Kali ini akan dibahas cara mengatasi flashdisk write protected dengan Regedit melalui langkah-langkah berikut ini.

  1. Tancapkan Flashdisk yang Write Protected

Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah tentunya memastikan bahwa flashdisk dalam kondisi siap digunakan. Pastikan pula bahwa alat berbagi data yang Anda miliki tersebut juga dapat berfungsi jika sudah dihubungkan.

Tancapkan flashdisk yang sedang dalam keadaan write protected, atau biarkan tetap tertancap jika sebelumnya flashdisk tersebut masih terhubung. Biasanya akan ada beberapa port yang bisa digunakan di setiap pc atau komputer, pilihlah yang paling sesuai dengan flashdisk.

Setelah dipastikan flashdisk tertancap dengan tepat, tunggulah beberapa saat hingga nama USB Drive muncul di layar Anda. 

2. Buka Tool Registry Editor

Cara format flashdisk yang write protected yang pertama adalah dengan membuka tool Registry Editor. Anda dapat melakukan hal ini dengan menekan tombol “Windows”+”R” secara bersamaan, lalu ketikkan regedit dan tekan “enter”.

Cara lain yang bisa dicoba untuk membuka tool Registry Editor adalah dengan menekan tombol windows di pojok layar. Setelah itu, Anda bisa langsung mengetikkan kata regedit dan langsung menekan enter hingga tool Registry Editor tampak.

3. Masuk ke Folder Storage Devices Policies

Setelah berhasil masuk ke dalam jendela tool Registry Editor, silahkan Anda masuk ke folder HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Currentcontrolset\Control\. Kemudian carilah folder dengan judul StorageDEvicePolicies. Secara default folder ini ada, namun pada beberapa keadaan folder ini tidak dapat ditemukan, sehingga harus dibuat secara manual.

4. Buat Folder Jika Tidak Ada

Apabila tidak berhasil menemukan folder storageDevicePolicies, maka folder tersebut harus dibuat. Caranya adalah dengan melakukan klik kanan pada folder control, kemudian pilih opsi “New” dan pilih “Key”.

Lakukan klik pada opsi “key” dan secara otomatis akan terbentuk sebuah folder baru. Kemudian ubah nama folder baru ini dengan cara melakukan klik kanan pada folder baru, kemudian pilih opsi rename, ubah menjadi StorageDevicePolicies tanpa spasi.

5. Pilih DWORD (32-bit) atau QWORD (64-bit)

Lakukan klik kanan pada ruang kosong yang ada di dalam folder StorageDevicePolicies, apabila Anda menggunakan sistem operasi 32-bit pilih opsi DWORD (32-bit) Value. Atau jika Anda menggunakan sistem operasi 64-bit maka Anda dapat memiliki QWORD (64-bit) Value.

Pilih DWORD (32-bit) atau QWORD (64-bit)
Pilih DWORD (32-bit) atau QWORD (64-bit)

6. Ubah Nama dan Masuk Write Protect

Setelah Anda melakukan klik pada opsi QWORD atau DWORD, maka akan muncul sebuah value baru. Ubah nama value ini menjadi “Write Protect”, kemudian klik dua kali pada value Write Protected ini tadi.

7. Isikan Nilai Pada Kolom Value dan Base

Setelah Anda melakukan double-click pada value Write Protect, maka akan muncul jendela untuk mengedit value. Isikan angka 0 pada kolom Value Data, kemudian pilih Hexadecimal pada kolom base yang terletak di sebelah value data. Jika sudah benar, klik OK dan tutup jendela registry editor. 

Isikan Nilai Pada Kolom Value dan Base
Isikan Nilai Pada Kolom Value dan Base

7. Buka Windows Explorer dan Lakukan Refresh

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuka windows explorer atau yang disebut juga file explorer. Anda dapat langsung melakukan klik pada ikon berbentuk seperti tempat dokumen atau menggunakan tombol di keyboard.

Tombol yang bisa Anda gunakan untuk membuka windows explorer ini adalah Windows+E. Penggunaan tombol ini juga dapat dimanfaatkan jika kursor atau mouse Anda mengalami gangguan sehingga tidak dapat berfungsi.

Setelah membuka Windows explorer, kemudian lakukan klik pada ikon This PC atau My Computer. Kemudian lakukan refresh sebanyak 5 kali dan cabut flashdisk Anda dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pada perangkat keras.

8. Cabut, Lalu Tancapkan Kembali Flashdisk

Langkah terakhir dari cara format flashdisk yang write protected adalah dengan mencabut flashdisk yang telah ditancapkan tadi. Setelah alat berbagi data tersebut dicabut dari port USB yang ada, tancapkan kembali pada tempat yang sesuai.

Setelah tertancap dengan baik dan pas serta nama USB drive muncul di layar, lakukan format pada flashdisk Anda. Caranya dengan melakukan klik kanan pada nama flashdisk, pilih menu format dan lakukan formatting seperti biasa.

Kesimpulan

Kondisi write protected tentu sangat menyebalkan karena akan menghambat aktivitas, namun selalu ada cara untuk mengatasi masalah seperti ini. Cara format flashdisk yang write protected yang dijelaskan kali ini sebenarnya dapat dikatakan cukup sederhana.

Anda tidak memerlukan proses yang panjang dan bahkan bisa dilakukan oleh orang yang awam sekalipun. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk mengatasi kondisi write protected pada flashdisk Anda.